Dari website apa adanya ke tampilan yang naik kelas
Tiga fase sederhana: dokumentasikan website-mu lewat AI, poles UI/UX di Stanza Vera, lalu terapkan kembali. Fitur tetap utuh, visual naik kelas.
01
Siapkan Dokumentasi
Suruh AI coding tool menulis dokumentasi lengkap website-mu menjadi satu file .md.
02
Poles di Vera
Upload dokumen itu ke Stanza Vera. Logika disalin utuh, hanya visual yang ditingkatkan.
03
Terapkan ke Website
Balik ke AI coding tool dan terapkan hasilnya. Tampilan naik kelas, fitur tetap sama.
Langkah demi Langkah
Yang kamu lakukan, dari awal sampai selesai
Fase 1: Siapkan Dokumentasi
Dikerjakan di AI coding tool kamu, sebelum masuk Vera.
01
Buka proyek di AI coding tool
Buka codebase website kamu di tool andalanmu, seperti Claude Code, Cursor, atau Antigravity.
02
Tempel PROMPT 1, jalankan
Salin PROMPT 1 di bawah, tempel ke AI, lalu jalankan. Prompt ini menyuruh AI memindai seluruh kode.
03
AI menulis dokumentasi
AI menulis file dokumentasi-produk.md berisi fitur, alur, logika, dan gaya visual saat ini.
04
Cek sekilas hasilnya
Buka file itu, pastikan fitur & alur intinya tercatat benar. Ini bekal supaya Vera paham produkmu utuh.
Prompt 1 · Fase 1
Buat dokumentasi website
Tempel ke AI coding tool untuk menghasilkan dokumentasi-produk.md yang lengkap.
Kamu adalah Principal Software Architect sekaligus Senior Technical Writer. Tugasmu: memindai SELURUH codebase proyek ini secara menyeluruh, lalu menulis SATU file dokumentasi produk yang sangat lengkap dalam Bahasa Indonesia.
ATURAN MUTLAK:
1. Berbasis bukti. Tulis hanya yang benar-benar ada di kode. Dilarang menebak, mengarang, atau berasumsi.
2. Jika suatu informasi tidak bisa dipastikan dari kode, tulis persis: "tidak terdeteksi di kode". Jangan mengisi dengan asumsi.
3. Telusuri semuanya: struktur folder, routing, komponen, state, API/endpoint, model data, util, config, style, dan konten teks.
4. Pisahkan dengan tegas bagian FUNGSIONAL (Bagian 3-7) dari bagian VISUAL/TAMPILAN (Bagian 8-10). Jangan mencampur "apa yang dilakukan" dengan "seperti apa tampilannya".
5. Deskriptif, bukan preskriptif. Dokumentasikan keadaan SAAT INI apa adanya — jangan menyarankan perbaikan.
6. Gunakan heading Markdown, tabel, dan daftar. Sertakan path file sebagai rujukan bila relevan.
STRUKTUR OUTPUT (tulis semua 11 bagian dengan judul persis):
# Dokumentasi Produk — [Nama Produk]
## 1. Ringkasan Produk
Apa produk ini, untuk siapa, masalah apa yang diselesaikan, dan proposisi nilai intinya.
## 2. Tech Stack & Arsitektur
Bahasa, framework, library utama (beserta versi bila ada di manifest), pola arsitektur, struktur folder tingkat tinggi, dan tooling build.
## 3. Peta Halaman & Navigasi
Semua halaman/route, path URL, hierarki, dan cara pengguna berpindah antar halaman. Sajikan sebagai tabel: Route | Nama Halaman | Tujuan | Akses.
## 4. Fitur & Fungsionalitas
Daftar setiap fitur beserta apa yang dilakukannya, input, output, dan perilakunya. Kelompokkan per area/modul.
## 5. Alur Kerja Pengguna
Langkah demi langkah setiap alur inti dari awal sampai selesai (mis. onboarding, aksi utama). Sertakan kondisi & percabangannya.
## 6. Logika Bisnis & Aturan
Aturan, validasi, perhitungan, batasan, kondisi, hak akses/role, dan keputusan logis yang ada di kode.
## 7. Model Data, State & Integrasi
Bentuk data/tipe/skema, manajemen state, penyimpanan, serta integrasi/API eksternal (endpoint, metode, tujuan). JANGAN cantumkan secret/kunci — tulis "tidak terdeteksi di kode" bila hanya ada di env.
## 8. Komponen UI
Inventaris komponen antarmuka yang dapat dipakai ulang: nama, fungsi, prop/variasi utama, dan di mana dipakai.
## 9. Kondisi Tampilan & Gaya Visual Saat Ini
Potret tampilan sekarang APA ADANYA: layout, sistem warna, tipografi, spacing, radius, bayangan, komponen visual, dan kesan desain keseluruhan.
## 10. Konten & Microcopy
Teks penting yang tampil ke pengguna: judul, label tombol, pesan status, error, empty state, dan nada bahasa (tone of voice).
## 11. Catatan Teknis & Operasional
Variabel environment (nama saja, tanpa nilai), skrip build/run, dependensi eksternal, batasan yang diketahui, dan hal operasional lain.
CHECKLIST VERIFIKASI DIRI (lakukan sebelum menyerahkan output):
- [ ] Semua 11 bagian terisi (atau ditandai "tidak terdeteksi di kode").
- [ ] Tidak ada klaim tanpa bukti dari kode.
- [ ] Bagian fungsional (3-7) tidak tercampur dengan bagian visual (8-10).
- [ ] Tidak ada secret/kunci yang bocor.
- [ ] Setiap route, fitur, dan alur utama sudah tercatat.
Simpan hasil sebagai satu file bernama: dokumentasi-produk.md
Fase 2: Poles di Vera
Bagian ini dikerjakan di Stanza Vera.
05
Buka Stanza Vera, klik Mulai
Masuk ke aplikasi dan mulai sesi baru. Tidak perlu akun.
06
Upload dokumentasinya
Unggah dokumentasi-produk.md tadi (atau PRD .md yang sudah kamu punya).
07
Pilih arah desain
Tentukan preset atau arah visual yang kamu mau untuk tampilan baru.
08
Vera memproses
Logika dan fitur disalin utuh, hanya UI/UX yang kami tingkatkan.
09
Unduh file hasil
Dapat dokumen yang sama persis, tapi bagian tampilannya sudah di-upgrade.
Fase 3: Terapkan ke Website
Kembali ke AI coding tool kamu untuk mengeksekusi hasilnya.
10
Buka file hasil Vera
Balik ke AI coding tool, buka file dokumentasi hasil dari Vera tadi.
11
Tempel PROMPT 2, jalankan
Salin PROMPT 2 di bawah, tempel bersama file hasil, lalu jalankan.
12
Tampilan naik kelas, fitur utuh
AI menyusun ulang visual sesuai spec baru. Logika tetap aman. Selesai.
Prompt 2 · Fase 3
Terapkan hasil Vera
Tempel bersama file hasil Vera untuk menerapkan visual dan tata letak baru tanpa mengubah fungsi.
Kamu akan menerima satu file dokumentasi produk hasil dari Stanza Vera. File ini SAMA dengan dokumentasi asli website ini — bagian yang ditambahkan adalah blok "Spesifikasi UI/UX" di bagian bawah. Tugasmu: terapkan tampilan (UI/UX) baru dari blok itu ke website ini secara menyeluruh dan berani, tanpa mengubah cara kerjanya.
PRINSIP INTI — DUA LAPIS:
- LAPIS FUNGSI (BEKU, jangan disentuh sama sekali): fitur & fungsionalitas, logika bisnis/perhitungan/aturan, validasi & kondisi, alur kerja pengguna, model data/tipe/skema, manajemen state, API/endpoint/integrasi, routing/path/hak akses, dan PERILAKU setiap kontrol. Semua field, tombol, input, dan kontrol yang ada sekarang HARUS tetap ada dan berperilaku persis sama.
- LAPIS BENTUK (di sinilah kamu bekerja, dan harus BERANI): layout, komposisi, hierarki visual, penataan & pengelompokan section, grid, spacing, tipografi, warna, radius, border, shadow, tampilan komponen, dan motion. Terapkan penuh sesuai blok Spesifikasi UI/UX — termasuk penataan ULANG layout bila diminta. JANGAN cuma mengganti warna di atas struktur lama.
CARA KERJA:
1. Baca blok "Spesifikasi UI/UX", terutama bagian "Konsep Komposisi & Layout Ulang" — itu peta penataan ulang tampilan.
2. Terapkan token desain (warna, tipografi, spacing, radius, shadow) DAN penataan ulang komposisi/layout ke komponen yang sesuai.
3. Boleh memindah, mengelompokkan ulang, mengubah ukuran, atau mengganti cara sebuah kontrol DITAMPILKAN — ASALKAN kontrol itu tetap ada dan fungsinya tidak berubah.
4. Setelah selesai, verifikasi: setiap fitur, field, tombol, alur, dan logika masih ada dan berperilaku PERSIS seperti sebelumnya. Jika sebuah perubahan tampilan berisiko mengubah logika/perilaku, hentikan dan tanyakan dulu — jangan mengubah fungsi.
Output akhir: website dengan UI/UX yang benar-benar naik kelas & berkarakter (bukan sekadar ganti warna), dengan fungsionalitas 100% tetap sama.